Jakarta, 4 Desember 2024 – Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) sukses menyelenggarakan acara tahunan bertajuk “Insurance Outlook: Bagaimana Kondisi Perasuransian Indonesia Tahun 2025 & Era Pemerintahan Baru” dengan 350 peserta dari 510 pendaftar. Acara ini merupakan serangkaian penutup dalam Bulan Menulis Asuransi (BMA) dan Hari Asuransi 2024 dan forum strategis bagi pemangku kepentingan untuk mendiskusikan prospek, tantangan, dan peluang industri asuransi dalam era pemerintahan baru
Wahyudin Rahman, Ketua KUPASI periode 2022-2025 membuka acara dengan menyoroti kebutuhan industri untuk beradaptasi dengan perubahan besar, termasuk implementasi PSAK 117, pemisahaan Unit Syariah, aksi merger & akuisisi, perkembangan asuransi kredit dan asuransi kesehatan, transformasi digital, sampai program penjaminan polis.
“Industri asuransi harus mampu merespons tantangan ini dengan inovasi produk dan strategi kolaborasi yang lebih luas, terutama dengan sektor publik,” ujarnya.
Yulius Bhayangkara, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) periode 2024-2027, menambahkan bahwa industri asuransi juga perlu mempercepat langkah untuk membangun kepercayaan publik. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah penyusunan kode etik dan penyelarasan standar pendidikan serta sertifikasi. Yulius berharap dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan manajerial, tenaga kerja di sektor asuransi dapat menjadi lebih kompeten dan mendukung pertumbuhan industri.
Tak ketinggalan dan yang ditunggu-tunggu, dalam sambutannya, Munawar, Direktur Pengawasan Asuransi Umum & Reasuransi OJK menyampaikan pentingnya memperkuat tata kelola industri. “Keseimbangan antara kepatuhan regulasi dan inovasi sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius,” katanya.
Dia juga menjelaskan ada enam isu utama yang menjadi sorotan regulator dan pelaku industri, mulai dari permodalan, Asuransi kredit dan Asuransi Kesehatan, PSAK 117, system informasi, tata kelola dan etika pelaku serta pengembangan produk yang menambah penetrasi asuransi untuk 2025 mendatang.
Munawar juga mendorong peningkatan penetrasi asuransi di masyarakat melalui literasi dan edukasi yang berkelanjutan.
Selain itu, acara ini menghadirkan diskusi menarik dari beberapa tokoh penting di industri asuransi. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan yang menyoroti potensi program pemerintah seperti Asuransi Pertanian Parametrik dan Program Ketahanan Pangan sebagai peluang besar untuk inovasi produk. Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan publik.
Direktur Eksekutif AASI, Erwin Noekman, menambahkan pemisahaan unit syariah akan marak dan berbagai akuisisi & merger di tahun 2025 dan pemenuhan sertifikasi wajib. Ewrwin juga menekankan bahwa PSAK 117 belum dapat diterapkan oleh asuransi syariah. Selain itu, kedepan aka nada pembentukan dewan ekonomi dan keuangan syariah dan persiapan penyusunan program penjaminan polis syariah.
Lainnya, Seto Wardono, Direktur Grup Riset LPS menjelaskan peran program penjaminan polis. “Program ini akan memberikan perlindungan tambahan bagi pemegang polis individu dan menciptakan stabilitas yang lebih besar dalam ekosistem asuransi,” katanya.
Selain itu, Seto menyampaikan rencana pelaksanaan program penjaminan polis masih dalam proses diantarany pemenuhan kajian untuk penyunan Peraturan Pemerintah dan turunannya serta pemenuhan SDM dan pembentukan direktorat di LPS.
Irfan Rahardjo, Pengamat Asuransi menekankan perlunya mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menyelesaikan pengembangan kode etik dan meningkatkan kompetensi profesional di industri asuransi. “Kode etik yang kuat akan menjadi fondasi untuk menarik bakat-bakat terbaik ke dalam industri ini,” ujarnya.
Terakhir, Adi Pramana, Praktisi Asuransi memberikan pandangan makro dan kaitannya pergerakan industri. Adi mengungkapkan optimisme hati-hati tentang mencapai target pemerintah pada tahun 2025, meskipun ia mencatat beberapa ketidakpastian. Para pemimpin industri asuransi membahas tantangan seperti pendapatan sekali pakai rendah yang membatasi permintaan asuransi, tetapi juga melihat peluang dalam dividen demografis Indonesia.
Acara ini diakhiri dengan memberikan penghargaan kepada para pemenang artikel kompetisi bulan menulis asuransi dan juga pembaca artikel terbanyak.