Oleh : Arif Sunandar
Sabtu, 7 Oktober 2023 saya mengikuti kegiatan kantor ke daerah Bogor dalam rangka “Rebranding” Perusahaan sekaligus kegiatan CSR dengan cara touring motor, selepas kegiatan saya dan beberapa kawan tidak langsung pulang dan kami pun mampir ke sebuah café kopi yang lagi hits, kami menikmati secangkir kopi ditemani pisang goreng panas sambil menikmati senja pedesaan yang begitu mempesona, matahari yang merah marun di langit yang cerah seolah olah ingin bercengkrama dengan kami.
Kami pun memulai obrolan dari tentang “weekday” dan “weekend” dimana saya mengeluarkan opini tentang besarnya pengeluaran yang dikeluarkan saat “weekday” dan “weekend” lebih besar yang mana? dan semuanya pun sepakat pengeluaran disaat weekend akan lebih besar dari weekday, dengan beberapa alasan, diantaranya kebutuhan disaat pergi ke suatu pusat perbelanjaan yang tidak akan bisa diukur, karena keinginan yang muncul untuk membahagian keluarga atau membeli barang – barang akan terlepas begitu saja yang mana ini kontras dengan weekday kami yang sangat Frugal Living dari hari ke hari.
Belakangan ini di media social perihal gaya hidup Frugal Living lagi ramai dibahas kalangan anak muda. Berdasarkan penelusuran, tren Frugal Living menjadi popular sejak seseorang membagikan kisah suksesnya membeli mobil di usia 25 tahun berkat gaya hidup hemat yang ia terapkan.
Dalam Bahasa Indonesia frugal berarti hemat dan living merujuk pada tindakan yang dilakukan seseorang untuk bertahan hidup. Oleh karena itu frugal living dapat diartikan gaya Hidup hemat seseorang.
Sejatinya frugal living bukanlah konsep gaya hidup hemat yang baru. Frugal Living lahir dari adanya kecemasan jika gaya hidup konsumtif yang dibiarkan, maka akan berdampak masa depan / mas tua yang kurang baik / suram, misalnya tidak memiliki tabungan hingga hidup boros yang berujung pada terlilit hutang.
Dari Sinopsis tersebut saya mulai berpikir bahwa suatu hal yang akan disiapkan dimasa depan adalah waktu weekend atau waktu bebas dikala nanti kita sudah tua dan tidak ada lagi kegiatan atau kesibukan yang menemani. Jangan sampai nanti kita menyesal di masa tua, kita tidak bisa menikmati masa tua kita dengan bebas dan tanpa beban dikarenakan waktu mudanya dihabiskan untuk kegiatan yang kurang bernilai dan bermanfaat.
Salah satu cara dan solusi yang cukup konkrit untuk mempersiapkan masa tua adalah dengan memahami dan memiliki asuransi. Saat ini dipasaran banyak produk asuransi yang dapat memberikan fleksibilitas bagi yang menerapkan frugal living dalam merencanakan keuangannya sehingga uang yang dikeluarkan tidak akan hilang begitu saja, dan kekhawatiran akan masa tua yang suram tidak akan terjadi jika kita dapat memanfaatkan atau mengalihkan gaya hidup frugal living yang dijalani selama ini dengan berinvestasi pada suatu produk asuransi yang berorientasi pada tabungan hari tua atau severance program.