Back

Asuransi Membawa ABG Keliling Dunia (Bagian 2)

Menjadi mantri pasar

Selama  menggeluti asuransi pasar   tidak terbilang  pasar di seluruh pelosok tanah air ia kunjungi .

Jalur pantura pulau Jawa  dari  Merak, Tangerang, Pamanukan, Tegal, Pekalongan, Kudus, Pati, Pasuruhan, Situbondo, Banyuwangi .  Jalur  tengah  mulai dari Subang, Kadipaten, Majalengka, Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo,Ngadirejo, Sragen, Kediri, Lumajang, Jember . Jalur selatan Jawa  dari Sukabumi, Pelabuhan ratu, Tasikmalaya, Ciamis, Wangon, Kroya, menyusur pantai Ayah, Karangbolong,  Brosot sampai Wonosari-Wonogiri dengan jalur yang dibangun di masa Daendels

Dari Aceh ( Longha, Lamno, Sabang) , Medan (Binjai, Tebing tinggi sampai Rantau Prapat dan arah Jambi) , Pakanbaru dan Padang, Bengkulu (dari Manna sampai dengan Mukomuko),Palembang, Muara Enim,  Lampung (dari Bangkahuni sampai  Kotabumi.),  Riau ( terkenal dengan daerah merah karena gambutnya seperti di kota2 (Bagan siapi-api, Selat Panjang, Sungai guntung, Tembilahan ) serta daerah Riau Lautan seperti( Batam, Rempang, Bintan dan Galang.) di sepanjang jalur Sumatera

Mulai dari Kalimantan Selatan (Banjarmasin sampai Kotabaru, Pelaihari dan Batulicin), Kalimantan Barat ( Pontianak sampai  Mempawah dan Ngabang), Kalimantan Tengah ( Sampit sampai Palangkaraya, Muara Teweh). Kalimantan Timur (Dari  Balikpapan, Samarinda , Nunukan dan Tarakan. ) di sepanjang  pulau Kalimantan.

Bali,Lombok dari Mataram dan Praya.  Jalur Sulawesi: Makasar sampai Malino, Pare-Pare, Toraja, Luwu, Manado dan Tomohon .Timor Selatan dengan pasar di kota Kupang  dan Atambua, Kafemenau di Timor Timur Selatan . Timor Leste  dari Dili sampai Maliana bahkan sampai ke pasar Batu gede dekat Kafemenanu. Maluku Utara: Ternate, Tidore dan Jailolo,  Maluku tengah: Ambon, Seram-Masohi, Buru-Namlea,  Maluku Tenggara :Banda, Kei besar dan Kei Kecil, bahkan sampai ke Dobo dan Larat.  Papua, dari Biak, Jayapura, Timika, Wamena dan akhirnya sampai di Sabang timur di Merauke.

Tersisa pulau Flores yang belum  ia kunjungi, walaupun sempat dilewati. Setiap kota yang didatangi, peta Indonesia tidak pernah lepas dari genggaman tangan  untuk ia tandai.  Bahwa semua itu karena kebanggaan dan kecintaan   melihat Indonesia Pusaka .

Yang unik dan menarik

 Selama menelusuri seluruh pelosok tanah air tdak sedikit peristiwa dan pengalaman unik dan menarik dijumpai   menjadi kenangan tersendiri yang tak terlupakan .

Ketika di  Aceh  dipesan agar tidak terlalu kelihatan “jawa”, karena saat itu wong jowo kurang diterima dengan diberi nama baru  berinisial FA, agar bisa diterima oleh warga setempat. Pemberian nama ternyata sangat bermanfaat hingga berkesempatan  menikmati jenis udang yang besar-besar dan murah di Sabang

Selain mengurus klaim dan survei,  sempat mendapat tugas dari tempatnya  berkerja   untuk ikut mencari jenasah korban kecelakaan Airbus Garuda yang jatuh di bandara Polonia Medan 26 September 1997 . Bila  teringat foto-foto korban pesawat itu  ia tidak berani membukanya kembali  dan berusaha agar tidak terlihat oleh anak anak, suatu peristiwa yang sangat mengerikan.

Sempat merobohkan sebuah kios karena konstruksi yang ala kadarnya  dan menarik di tengah perjalanan ke Bengkulu,  melindas ular phyton yang sangat besar sehingga jip  yang ditumpangi nyaris  terpelanting. Kehadirannya di Bengkulu  disambut gempa yang cukup besar, seperti yang dialaminya di Ternate, tunggang langgang sementara  orang-orang di pasar tak bergeming melanjutkan bermain catur.

Dibilang oeh petugas l BRI terlalu nekad karena saat itu sedang terjadi konflik antar  etnis di Ngabang Kalimantan Barat . Walau diperiksa di tengah jalan, ternyata  dengan penampilan sosok  “orang jawa”  menyelamatkan jiwanya  dan aman kembali ke Pontianak.

Setelah survei diajak menikmati karaoke  yang berlokasi  didekat  hutan jauh di pedalaman Sampit  dan untuk membaca  teks lagu  menggunakan nyala korekapi  karena listrik hanya cukup untuk menghidupkan  televise ukuran kecil.

Di Muara Teweh  hampir tidak bisa pulang, lantaran  pesawat  yang tidak jelas kapan datang dan tidur harus memakai kelambu untuk menghindari  nyamuk besar besar.

Diikejar kerumunan orang di pasar Pekalongan disangka hendak merenovasi pasar dan meminta kepastian pelaksanaan renovasi. Selidik punya selidik diketahui bahwa sejak 1985 ABG memakai cincin garuda pemberian komandan di kamp pengungsi sebagai penghargaan atas pelayanan yang diberikan .  Dengan mengenakan cincin  bergambar garuda dari mulut ke mulut dikabarkan  kepada pedagang bahwa  anggota DPR tengah  melakukan kunjungan ke pasar .

Diikejar satpam karena mengambil foto tanpa ijin di Ungaran Jawa Tengah. Saat diusir, rekan sekerja nya  almarhum Dapotan masih menikmati minuman cendol yang selalu ia cari setiap kali melakukan survei pasar.

Menikmati durian dan juga penuturan khasiat minyak bulus  di Banyumas yang katanya melebihi viagra dan lagi lagi kenangan bersama almarhum  Dapotan membuat pekerjaan menjadi menyenangkan dan menggembirakan.

Diikawal oleh aparat keamanan  karena  merasakan  bahwa perjalanan kurang aman, berkat  peran petugas Jasa Raharja dan BRI Timor Leste , menjadi  merasa sangat terlindungi. Akhirnya bisa meninjau sejumlah   pasar di daerah itu antara lain  Dili, Lukisa, Maliana, Soae, Batugede, Los Palos dan tempat lain.

Di Biak menahan pesawat agar menanti dengan maksud agar proses pembayaran klaim selesai dan di Wamena bersama  bapak GH  (almarhum ) dan  bapak FYS  kita merasakan masuk dalam dunia batu. Teringat saat FYS mendarat di Wamena, wajahnya terkejut dan berbisik …”ini bangsa kita, kenapa masih hidup dalam jaman batu ya…”.

Dengan pengawalan anggota  Brimob melihat pasar di Merauke   sampai ke perbatasan PNG. Menerima tamu yang tidak diundang seekor burung unta/kasuari yang besar sekali dan tidak mau pergi dari depan mobil lalu  melihat kehidupan para transmigran yang berhasil mencetak  sawah.

Ditolong oleh petugas BRI Kotabaru Pelaihari  dan diselamatkan melalui speedboat karena  terjadi salah pengertian dengan para nasabah masalah klaim . Menarik bahwa karena ketidak tahuan kita akan masalah adat, perjalanan mobil kita kembali ke Banjarmasin mengalami hambatan, namun setelah dilakukan upacara adat, kembali selamat sampai ke kota.

Karena ketidak tahuan memasuki areal  pasar yang baru saja terjadi tawuran sehingga kehadiran kami  menimbulkan  ancaman tersendiri.  Beruntung diselamatkan  oleh tim asuransi  Jasindo ckantor cabang Jayapura untuk menjauhi daerah tersebut.

Sederet kisah-kisah unik seperti naik speedboat yang diputar-putar pusaran di laut Seram.  Naik  pesawat kecil yan ditutup dengan ikatan tali kawat, mesin dihidupkan  secara manual sebelum terbang dan kewajiban timbang badan sebelum naik pesawat. Naik mobil  terhalang pohon tumbang melintang hingga  ketakutan karena khawatir serangan penjahat. Suka duka yang  tak terlupakan karena ia selalu siap untuk ditugaskan di tempat-tempat dimana teman teman lain  enggan untuk melaksanakannya.

Dua dekade bersama KARK memperkaya ilmu dan keberanian ABG . Seorang yang baru merasakan naik pesawat saat usia menginjak 25 tahun, menjelajahi negeri tercinta dengan pengalaman dan pengetahuan yang mungkin tidak didapatkan oleh orang lain. Kecemasan dan kegelisahan, kadang ketakutan karena ancaman fisik, tidak mengendorkannya untuk siap ditugaskan kemanapun . Maka patut ABG berterima kasih kepada KARK yang memperkenankan  bergabung di dalamnya. (Bersambung)

Frans Asisi  Wiyono
Frans Asisi  Wiyono
Senior  insurance specialist World Bank Jakarta sejak 2011 sampai sekarang. Direktur Eksekutif AAUI ( Asosiasi Asuransi Umum Indonesia ) 2008-2011 ;  Pemangku Konsorsium Asuransi Risiko  Khusus ( KARK ) Dewan Asuransi Indonesia 1988-2008 ;  Komisaris Utama PT Reindo ( 1991-1998 ) ; Direktur PT.Beringin Sejahtera Arta Makmur  (2003-2006); Direktur  Asuransi Ramayana ( 1998-2003) ; Direktur Asuransi Indrapura (2007) . Pendidikan Sarjana S1  IKIP Sanata Darma ; Seminari Mertoyudan Yogjakarta 1965 -1975. Lahir 3 Oktober 1952  di Baturetno Wonogiri.     

Leave a Reply