Back

Konsep Awal Manajemen Risiko

Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang asal mula definisi risiko dari kacamata asuransi. Kali ini tulisan mengenai awal mula konsep risk management atau manajemen risiko.

Sama halnya dengan ketika saya menanyakan asal definisi risiko, dalam semua pelatihan asuransi yang saya bawakan, tidak ada peserta yang tahu dari mana konsep risk management bermula. Baik peserta junior, level manajer mau pun level pimpinan tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan itu.

Dulu risk management di perusahaan asuransi sering diartikan sebagai survei penutupan risiko. Sesempit itu. Risk management adalah sebuah unit atau departemen. Tugasnya mensuvei objek pertanggungan dan membuat laporan survei. Laporan ini disebut risk management report. Laporan itu kadang bernama survey report (laporan survey). Bagian atau unit itu sekarang dilabeli Risk Engineering.

Sampai tahun 1956, tidak ada buku tentang risk management. Dan tidak ada satu pun universitas yang menawarkan kuliah tentang risk management. Saya bersyukur pernah membaca buku “Fundamental of Risk and Insurance” karya dua bersaudara Vaughan. Lagi-lagi seperti saat saya tidak sengaja menemukan pencetus definisi risiko, saya merasa beruntung telah membaca buku itu yang menunjukkan siapa yang menulis konsep risk management dalam asuransi pertama kali. 

Russell B. Gallagher menulis artikel berjudul “Risk Management: A New Phase of Cost Control” yang dimuat dalam Harvard Business Review edisi 5, September-Oktober tahun 1956. Penulis  artikel mengusulkan ada orang di organisasi yang bertanggung jawab mengelola risiko murni. Ini adalah ide yang revolusioner. Di masa artikel ditulis, umumnya ada insurance manager di perusahaan besar. Pekerjaannya mengurus asuransi. Seperti judul artikel, di masa itu asuransi bermakna biaya. Perlu fase baru. Fase baru dari urusan pembelian asuransi menjadi risk management. 

Selain artikel Gallagher, setidaknya ada dua buku akademis pertama tentang risk management.  Buku pertama ditulis Mehr dan Hedges tahun 1963. Judul bukunya “Risk Management in the Business Enterprise”. William dan Heins pada 1964 menulis buku kedua. Judulnya adalah “Risk Management and Insurance”.

Evolusi Risk Management 

Saya kutip dari Wikipedia yang saya akses pada 21 April 2020, tentang Manajemen risiko, disebutkan bahwa rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi. Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).

Tahun 1970-an dan1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan.Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.

Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia.

Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World’s Risk Management Standard.

Sumber lain menyatakan praktik manajemen risiko di dunia modern dimulai saat Perang Dunia Kedua. Praktik ini berupa operational research (riset operasional) pada militer.

Definisi Risk Management

Cambridge Dictionary (https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/risk-management yang saya akses pada 21 April 2020, mendefinisikan Risk Management sebagai “the job of deciding what possiblefinancialrisks are involved in a plannedactivity and how best to avoid or deal with them”. Atau, jika diterjemahkan bebas, pekerjaan memutuskan risiko keuangan apa yang mungkin timbul dari aktivitas yang direncanakan dan cara terbaik menghindarinya atau mengatasinya.

Entri yang lain pada kamus yang sama menyebut, “the activity of calculating and reducingrisk, so that an organization does not fail or losemoney”, aktivitas menghitung dan mengurangi risiko, sehingga perusahaan tidak gagal atau kehilangan uang. Sementara itu ISO 31000 mendefinisikan Manajemen Risiko sebagai “Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi terkait dengan risiko”.

Bagaimana dengan definisi risk management (secara sempit) menurut asuransi? Salah satu yang dapat dijadikan rujukan adalah buku CII (Chartered Insurance Institute). Menurut CII, risk management adalah “proses identifikasi, evaluasi & kontrol yang ekonomis terhadap risiko-risiko yang mengancam aset atau kemampuan menghasilkan sebuah organisasi”. Dalam perkembangannya definisi ini diperluas dengan menambahkan kata “tanggung gugat”. Sehingga definisi tersebut menjadi “proses identifikasi, evaluasi & kontrol yang ekonomis terhadap risiko-risiko yang mengancam aset atau kemampuan menghasilkan sebuah organisasi atau menimbulkan tanggung gugat bagi perusahaan”. 

Adakah definisi lain? Berikut definisi risk management menurut Redja dan McNamara (2017) dalam bukunya “Principles of Risk Management and Insurance”. Risk management is a process that identifies loss exposures faced by an organization and selects the most appropriate techniques for treating such exposures. Yang kurang lebih berarti proses mengidentifikasi pajanan kerugian yang dihadapi sebuah organisasi dan menyeleksi teknik yang sesuai untuk memperlakukan pajanan tersebut.

Nah, sampai di sini pasti Anda bingung definisi mana yang dipakai. Tergantung konteksnya, Anda bebas mengacu kepada definisi yang mana pun. Saya sangat berterima kasih kepada pak Delil Khairat (anggota KUPASI juga). Beliau mengijinkan saya menggunkan materinya untuk sesi kuliah saya tentang risk management. Yang saya sangat suka dari materi itu adalah bagan manajemen risiko. Bagian kanan bawah bagan itu terdapat sebuah kotak “asuransi”. Dari sana saya menyadari bahwa asuransi adalah bagian dari manajemen risiko. Asuransi merupakan pilihan pengendalian risiko keuangan. Caranya dengan mentransfer risiko kepada perusahaan asuransi.

Dalam sesi pelatihan atau perkuliahan tentang manajemien risiko dalam asuransi, saya selalu bilang begini, “Anda boleh lupa semua pelajaran yang saya berikan. Tapi jangan lupa tentang manajemen risiko. Inilah pelajaran terpenting dalam ilmu asuransi. Dan manajemen risiko pasti akan terpakai dalam kehidupan Anda”.

Kalimat-kalimat yang sama yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Ingatlah selalu risk management!

Dadi Adriana
Dadi Adriana

Leave a Reply