Back

Pemimpin Populis yang Tidak Populer

Populisme seperti sebuah anomali. Populisme sebetulnya sebuah filsafat politik yang mengedepankan kepentingan dan hak-hak orang banyak. Pemimpin yang populis, adalah pemimpin yang mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi. Mereka lazimnya dicintai banyak orang, karena kecenderungannya untuk bersikap adil. 

Tapi itu dulu. Zaman sekarang, pemimpin populis justru tidak populer. Pemimpin yang disukai saat ini adalah pemimpin yang memihak. Pemimpin yang dalam pengambilan keputusan menguntungkan sekelompok orang. 

Coba perhatikan dalam organisasi Anda. Gak usah jauh-jauh. Perhatikan perusahaan tempat Anda bekerja, atau organisasi di mana Anda berkiprah. Dan cermati orientasi pengambilan keputusan pemimpinnya. 

Menurut saya, sedikitnya ada 3 orientasi pengambilan keputusan para pemimpin itu.

Pertama, mereka yang mengambil keputusan dengan orientasi yang berpusat pada dirinya sendiri. Basis pengambilan keputusannya adalah seberapa menguntungkan keputusan itu bagi dirinya sendiri. Tipe pemimpin seperti ini sejatinya bukan seorang pemimpin – secara mental, spiritual dan kompetensi. Ia menjadi pemimpin sebuah organisasi atau perusahaan lebih karena keberuntungan, faktor nasib. Karenanya, ia menjalankan kepemimpinannya dengan manajemen ala aji mumpung. Mumpung lagi di posisi pemimpin. Tipe pemimpin ini cenderung tidak disukai banyak orang, dan biasanya jadi bahan gosip di belakang punggungnya. 

Kedua, mereka yang mengambil keputusan dengan orientasi pada kepentingan kelompoknya. Pemimpin jenis ini biasanya tidak pernah kesepian. Ia punya loyalis – yang bahkan siap mengambil risiko apa saja untuk membela pemimpinnya. Loyalis-loyalis yang lahir dari orang-orang yang diuntungkan oleh keputusan itu, baik keuntungan posisi jabatan, maupun materi. Loyalis-loyalis yang dalam kondisi normal tidak sanggup berkompetisi secara sehat. Bagi loyalis seperti ini, pemimpinnya salah pun tetap dibela mati-matian. Mereka menjadi tim sukses yang berjuang mati-matian agar pemimpinnya bisa bertahan pada posisi yang sekarang. Secara emosional, pemimpin jenis ini dicintai mati-matian pengikutnya, karena banyak yang merasa berhutang budi – para loyalis yang merasa ‘derajat’ hidupnya terangkat karena uluran tangan sang pemimpin. Tapi, tentu saja ia tidak disukai oleh orang-orang yang tidak termasuk dalam lingkar kelompoknya. 

Ketiga, mereka yang mengambil keputusan dengan orientasi memperbaiki sistem, agar baik organisasi maupun anggota organisasi mendapatkan hasil terbaik dari seluruh kerja keras tim. Pemimpin jenis ini cenderung bersikap adil dan objektif. Sayangnya, alih-alih dicintai, ia dimusuhi oleh orang-orang yang sebelumnya diuntungkan oleh pemimpin yang memihak. Ia lebih sering sendirian dan kesepian ketimbang memiliki pengikut. Ia dikagumi, tapi hanya secara diam-diam. Ia tidak memiliki loyalis, lantaran orang yang dipimpin, meski merasakan keuntungan, tapi secara emosional tidak terlalu mengikat. Karena toh semua orang merasakan hal yang sama. Semua orang diperlakukan sama, tidak ada yang istimewa. Pemimpin jenis ini disukai, terutama, oleh orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi; atau orang-orang lemah yang tidak menjadi bagian dari ‘lingkaran’ pemimpin sebelumnya yang memiliki kelompok. Namun demikian, pada saat yang sama, mereka yang kompeten dan profesional pun akan merasa bahwa pencapaian yang dia peroleh adalah hasil kerja keras sendiri (yang sering tidak disadari sebagai hasil sebuah sistem kondusif yang dibangun oleh sang pemimpin). Tidak ada loyalitas terhadap individu yang dibentuk oleh pemimpin jenis ini. Yang ada adalah loyalitas terhadap profesi atau organisasi. Dan ketika sang pemimpin mengakhiri tugasnya, maka semua orang menyayangkan dan sedih karenanya. Tapi perasaan kolektif selalu bersifat tidak permanen. Pada saatnya waktu akan mengobati perasaan kehilangan itu. Lalu hari-hari akan berjalan normal kembali. Tipe pemimpin jenis ini adalah pemimpin populis. Tapi di masyarakat yang masa bodoh, pemimpin jenis ini tidak populer. Tidak ada loyalis yang akan mati-matian berkorban  dan mengambil risiko untuk mempertahankannya. Ia cukup dikenang di saat-saat tertentu.

Nah, Anda sendiri menyukai pemimpin yang mana? Atau, Anda sendiri termasuk pemimpin seperti apa?

Ana Mustamin
Ana Mustamin

Leave a Reply