Back

Bangkit dan Merdeka dalam Hal Keuangan

TANGGAL 20 dan 17 merupakan angka istimewa bagi Bangsa Indonesia. Di tanggal 20 Mei kita memperingati hari Kebangkitan Nasional dan tanggal 17 Agustus menjadi spesial bagi rakyat Indonesia karena memperingati hari Kemerdekaan.

Hampir 3 tahun kita mengalami kemerosotan dalam sektor ekonomi tanpa kecuali, termasuk industri asuransi. Kini saatnya kita bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19 sebagaimana bangkatnya para pejuang kita 114 tahun lalu tepatnya tanggal 20 Mei 1908. Dan hampir 77 tahun kita menikmati alam kemerdekakaan. Arti kemerdekaan dan kebangkitan bisa kita lihat dari berbagai sisi. Sisi pendidikan, sisi ekonomi ataupun budaya. 

Pada zaman globalisasi ini kebangkitan dan kemerdekaan dapat bermakna sebagai sebuah kebangkitan untuk merdeka secara  keuangan. Apa yang bisa kita ambil dari makna dua kalimat tersebut, “Bangkit dan Merdeka dalam Hal Keuangan”? 

Enam Langkah

Seturut dengan pendapat Robert Kiyosaki, penulis buku tentang kekayaan, saya memaknai arti bangkit untuk merdeka secara keuangan sebagai suatu kondisi yang lebih dari sekadar memiliki uang, tetapi dapat mengubah kebiasaan yang sedang anda lakukan sekarang untuk menjadi apa yang anda inginkan secara keuangan. 

Aidil Akbar, seorang Financial planner, menyebut momen kebangkitan – bangkit dan merdeka secara keuangan, adalah bangkit untuk bebas melakukan apapun yang kita sukai tanpa harus takut, cemas berfikir bahwa besok saya dan keluarga makan apa, sehingga saya mengerjakan apapun pekerjaan tersebut dengan rasa suka, bersemangat dan penuh rasa syukur. 

Eko Endarto secara lebih rinci mendefinisikan merdeka keuangan adalah bangkit dari kondisi seseorang yang tidak tersandera oleh hal-hal yang ingin dicapai. Jika ia masih selalu merasa penghasilannya kurang, seberapapun besarnya. itu artinya ia belum merdeka secara keuangan. 

Untuk bangkit dan merdeka secara keuangan membutuhkan suatu proses berkembang secara emosional dan spiritual untuk menjadi sukses dan bahagia sesuai dengan ukuran anda. Dengan demikian pengertian “bangkit merdeka secara keuangan” tidak hanya sekedar memiliki harta dan aset yang banyak, namun salah satu ukurannya adalah kita dapat dengan mudah mencapai suatu yang kita inginkan. 

Pertanyaan yang perlu dijawab untuk bangkit merdeka secara keuangan adalah: apakah target keuangan yang harus kita capai dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang? Apakah kita ingin bebas dari berbagai hutang, memiliki mobil atau rumah baru, atau dapat memiliki aset tertentu atau bahkan dana hingga 5 miliar dalam 2 tahun?

Sudah saatnya kita menetapkan tujuan keuangan agar dapat “bangkit dan merdeka secara keuangan”, lalu berusahalah untuk mencapainya. Apapun tujuan keuangan kita, lakukanlah prinsip bangkit merdeka secara keuangan mulai tahun ini, bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional dan Kemerdekaan Indonesia ke-77 tahun. 

Pertama, bangkit merdeka secara keuangan itu adalah melunasi utang, bukan memelihara. Gunakan fasilitas kredit untuk hal-hal yang produktif bukan untuk konsumtif. Jangan menganggap kartu kredit sebagai tambahan dana tunai, karena pikiran itu bisa menjerumuskan kita terhadap lilitan utang yang tak kunjung selesai. 

Boleh saja kita menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) untuk mendapatkan rumah atau apartemen namun pastikan cicilannya tidak lebih dari 30% penghasilan kita setiap bulannya. 

Menurut Johan W Newman menyarankan agar kita melakukan evaluasi secara teliti sebelum menambah jumlah utang ketika sedang membayar utang yang sedang berjalan. Saat kita memiliki uang, utamakan untuk membayar utang hingga lunas. 

Kedua, miliki asuransi kesehatan sampai asuransi jiwa. Orang yang bangkit merdeka secara keuangan adalah mereka yang melakukan proteksi diri melalui asuransi, sebab proteksi asuransi membantu untuk meminimalkan akibat dari risiko yang dapat terjadi. Tanpa proteksi asuransi suatu risiko bisa berdampak besar bagi keuangan anda nantinya. Betapa perlunya asuransi untuk diri sendiri, keluarga dan rumah sampai kendaraan. 

Banyak jenis asuransi yang bisa kita ambil, misal; ingin bayar biaya rumah sakit tanpa memberatkan keuangan, gunakan asuransi kesehatan. Ingin keluarga tetap bisa mencukupi kebutuhan jika terjadi kemungkinan terburuk, milikilah asuransi jiwa. Mau ongkos untuk kerusakan mobil tak keluar banyak pilihlah asuransi mobil. Mau pilih yang konvensional ada, dan yang berazaskan syariah pun tersedia. 

Ketiga, hitunglah pengeluaran, jangan sampai lebih besar dari pemasukan. Bagi kita yang berencana ingin memiliki dana dalam jumlah tertentu. maka catatlah setiap pengeluaran kita dalam satu bulan. Pengeluaran apapun dan pemasukan dari manapun harus kita catat, kemudian bandingkan antara pengeluaran dengan pemasukan yang anda terima. Dan janganlah kita takut untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih rendah. 

Misalnya lebih memilih menggunakan motor atau kendaraan umum daripada menggunakan mobil pribadi, lebih memilih membawah bekal makan siang atau makan di warteg dibandingkan di restoran demi mencapai target keuangan yang kita inginkan. Semakin besar penghematan dan pemasukan daripada pengeluaran maka semakin cepat kita mencapai tujuan keuangan (merdeka keuanganku). 

Keempat, lakukan investasi pada aset yang nilainya terus naik. Kita ketahui kini banyak instrumen investasi syariah ataupun konvensional yang nilainya terus meningkat dan perlu dimiliki. Investasi dengan hasil yang optimal. Di antaranya properti, emas hingga portofolio keuangan seperti reksadana dan obligasi ritel. Ketahui dan pahami setiap karakteristik investasi sebelum kita melakukan investasi di intrumen investasi tersebut. 

Kelima, siap memasuki masa pensiun dengan dana pensiun. Banyak orang merasa khawatir ketika memasuki masa pensiun karena biasanya setiap menjelang akhir bulan dapat gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi setelah pensiun sudah tidak lagi sehingga merasa kewalahan dalam memenuhi kebutuhannya. Kecemasan tersebut dirasakan bagi mereka yang tidak punya dana pensiun. 

Maka, mumpung masih produktif dan mendapat gaji, segeralah membuat pos untuk dana pensiun. Kita dapat memilih mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT), BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil 5,7% dari penghasilan, sampai Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Keenam, siapkan dana pendidikan anak. Orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Seperti urusan pendidikan selalu dinomorsatukan supaya anak siap menyambut masa depan. 

Orang tua telah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk dana pendidikan yang kenaikanya 620% per tahun. Banyak pilihan intrumen yang dapat kita gunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan. Mulai asuransi pendidikan, tabungan pendidikan, deposito, reksadana. Atau pun saham. 

Bangkit merdeka atau utang? Tentukan pilihan sekarang. 

Para pejuang kemerdekaan dulu membangkitkan semangat para pejuang dengan memekikan “merdeka atau mati” untuk merebut kemerdekaan . Kini kalau kita ingin “bangkit merdeka keuanganku” mulailah memekikkan di sanubari “bangkit merdeka atau utang ” untuk dapat mandiri secara keuangan. 

Sudah saatnya kita gunakan asuransi sebagai pilihan langkah proteksi merdeka di hari tua, indah dan bahagia dengan dana pensiun. Hilangkan rasa kecemasan dalam diri kita dengan melakukan investasi. Mudahkan dan lapangkan jalan anak-anak mencapai masa depan lewat asuransi dana pendidikan. Ciptakan dan ubah utang menjadi ladang uang. 

Bangkit merdeka atau utang? Yo..ayo..yo tetapkan pilihan sekarang.***

(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis Asuransi” dalam rangka Hari Asuransi 2022)

Abdullah Amrin
Abdullah Amrin

Leave a Reply