Mengapa saya memerlukan asuransi? Pertanyaan ini yang ada dalam benak masyarakat kita saat diperkenalkan tentang pentingnya berasuransi. Sebagian dari masyarakat awam memang belum memiliki kepercayaan dan tidak teredukasi akan pentingnya asuransi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun tidak dipungkiri asuransi pada zaman sekarang sangat menunjang aktivitas kehidupan manusia, terutama membantu dalam memberikan ketenangan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Entah itu berpergian atau ketenangan dalam perlindungan kerugian aset pribadi.
Asuransi telah melakukan banyak inovasi untuk mempermudah melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan antara lain membuat platform digital, sehingga informasi yang diingikan masyarakat mudah diakses dan dikenali. Pemilihan terhadap asuransi yang menawarkan perlindungan bagi aktivitas serta kesehatan masyakat dapat dicari tahu dengan mengakses sistem digital dimaksud. Termasuk profil perusahaan, serta penilaian dari keikusertaan mereka sebagai bagian dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Informasi ini menjadi penting bagi masyarakat apabila ingin mengetahui keamanan dan kemampuan produktivitas perusahaan dalam memberikan proteksi pada nasabah mereka, sehingga memupus rasa khawatir untuk menjadi bagian dari nasabah asuransi tersebut.
Pada sebuah website, saya membaca artikel menarik bertajuk “Pentingnya Asuransi di Mata Habibie”. Tulisan ini membahas tentang manfaat asuransi yang telah dirasakan oleh presiden ketiga Indonesia, Bapak Habibie. Karena sudah sangat lama beliau tinggal di Jerman, dan masyarakat di sana sangat sadar akan pentingnya berasuransi maka beliau sangat memahami dampak berasuransi. Manfaat asuransi dirasakan di kala mendiang istri beliau, Ibu Aiunun, menghadapi sakit dan memerlukan perawatan di Jerman. Beliau bahkan tidak menggunakan fasilitas dana dari negara, walaupun fasilitas tersebut dapat beliau gunakan sebagai mantan presiden. Semua ter-cover asuransi. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam hidup Pak Habibie beserta keluarga, sehingga asuransi sudah menjadi bagian pokok yang harus diikuti oleh anak dan cucu beliau.
Pengenalan dan edukasi asuransi seperti ini saya kira cukup mengena. Dan pengenalan mungkin dapat dilakukan untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat dengan memberikan sosialisasi dan contoh dari berbagai tokoh yang telah merasakan manfaatnya. Pengenalan edukasi ke berbagai lingkungan dapat dilakukan baik secara online maupun offline. Lingkungan yang dianggap baik dan tepat untuk mengenalkan budaya asuransi, adalah lingkungan edukasi, baik sekolah menengah, kampus-kampus, instansi negeri maupun swasta. Edukasi yang dilakukan diharapkan dapat berkesinambungan, menjalar dari individu yang telah mendapatkan informasi ke individu lainnya, dengan penyampaian yang ringan dan mudah dimengerti, serta berfokus pada pesan untuk menjaga stabilitas ekonomi pasca kerugian akibat bencana dan risiko yang diderita bagi individu.
Pengenalan pada tahap sekolah dapat dilakukan pada kurikulum berbasis ekonomi. Murid-murid sekolah menengah dapat diajarkan akan pentingnya mengikuti asuransi yang berhubungan dengan aktivitas keseharian mereka. Contohnya asuransi pendidikan, asuransi perjalanan dan asuransi kesehatan. Asuransi pendidikan dirasa perlu diperkenalkan kepada murid-murid sekolah menengah, sehingga mereka dapat memahami persiapan masa depan dan bisa mengantisipasi biaya pendidikan yang dirasa sulit dan mungkin timbul di kemudian hari.
Jenis asuransi lain yang dapat dijelaskan adalah asuransi perjalanan yang menjadi bagian penting dalam membantu proteksi aktivitas perjalanan mereka sehari-hari dari tempat yang satu ke tempat lainnya.Lainnya adalah asuransi kesehatan sebagaimana yang harus mereka pahami bahwa tingkat kesehatan juga merupakan kondisi yang tidak terprediksi yang mungkin memunculkan biaya tak terduga. Informasi penting yang telah mereka serap akan sampai ke orang tua dan kerabat setibanya mereka pada lingkungan rumah dan keluarga.
Tempat lain yang bisa menjadi wadah berbagi ilmu pengenalan asuransi adalah generasi muda dalam lingkungan kampus dan komunitas. Pendekatan pemahaman pentingnya berasuransi dapat dilakukan dengan berpartisipasi pada event-event kegiatan kampus dan komunitas. Misalnya menjadi sponsor dalam event pemilihan duta kampus, pameran seni, bazar, dan kegiatan-kegiatan positif yang ada dalam circle generasi muda. Tidak hanya berpartisipasi menjadi sponsor, pendekatan dapat juga dengan mendirikan booth/stand dalam areal kampus pada saat terdapat event yang mengundang keramaian.
Fasilitas lain yang juga mendukung adalah menyediakan alat promosi banner, selebaran brosur, stiker, dan meminta waktu pada pihak kampus dan komunitas untuk memberikan seminar asuransi pada event-event yang banyak diikuti oleh generasi muda. Pengenalan asuransi pada mahasiswa dan komunitas juga dilakukan dalam mata kuliah umum secara online maupun offline sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan komunitas itu sendiri.
Pengenalan pada instansi swasta maupun pemerintah dapat dilakukan dengan memberikan seminar gratis secara langsung maupun virtual sebagai bagian dari kegiatan edukasi bagi karyawan. Sasaran edukasi pada ranah instansi swasta dan pemerintah karena sebagian besar dari mereka memang banyak memerlukan proteksi bagi kehidupan sehari-hari. Banyak pula di antara mereka adalah pelaku bisnis, calon orang tua, yang mungkin akan mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan maupun orang tua yang wajib memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anak- anak mereka. Atau mungkin pula sebagian lain adalah orang tua bagi anak-anak yang telah menempuh pendidikan. Sementara bagi para pekerja yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, mereka tentu memerlukan perlindungan diri terhadap jiwa serta perjalanan saat melakukan rutinitas kerja baik di luar maupun dalam negeri. Sarana dan prasarana yang mereka gunakan juga tak luput dari pentingnya proteksi, seperti mobil yang digunakan dalam perjalanan dinas atau mengemban tugas berkendara.
Penggunaan terhadap asuransi juga dapat merefleksikan bentuk kepedulian serta kasih sayang terhadap diri sendiri, anggota keluarga serta orang-orang terdekat, seperti ungkapan bijak Suze Orman, “Jika anak, pasangan, dan partner kehidupan atau orang tua anda tergantung dengan anda serta penghasailan anda, maka anda membutuhkan asuransi jiwa”.
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan budaya asurans serta jenis-jenis manfaat asuransi harus tersampaikan tepat pada sasaran lingkungan. Pentingnya budaya berasuransi pada zaman modern saat ini harus ditumbuhkan mulai dari diri sendiri sebagai individu, circle kecil maupun besar, serta anggota keluarga dengan tujuan menghindari kerugian yang tidak dapat terprediksi. Bahkan Jack Ma, pesohor pendiri Alibaba berpendapat, “Kamu tidak akan bangkrut karena kamu membeli asuransi, tapi kamu akan merasakan kebangkrutan terhadap apa yang kamu sayangi jika kamu tidak mengikuti asuransi”. ***
(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis Asuransi” dalam rangka Hari Asuransi 2022)