Back

BMA 2023: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Beli PAYDI Syariah, Auto Praktik!

Oleh Jannatul Jasmine*

Kekhawatiran akan risiko kehidupan yang sifatnya tidak pasti seperti sakit hingga tutup usia mungkin sempat mengganggu pikiranmu, terlebih jika kamu telah memiliki tanggungan. Sampai akhirnya, kamu pun mulai mempertimbangkan untuk membeli dan memiliki asuransi yang digunakan untuk menjaga kondisi finansial tetap kokoh ditengah risiko kehidupan terjadi. Tentunya kita menginginkan asuransi yang paling banyak benefitnya dan murah. Nah, spesifikasi tersebut kian hadir dalam produk asuransi yang berbasis investasi untuk mencegah kenaikan harga premi asuransi akibat inflasi sehingga tak heran jika peminat asuransi berbasis investasi ini sangat banyak bahkan menyumbang lebih dari 50% pendapatan premi industri asuransi jiwa berdasarkan laporan kuartal I-2023 yang dirilis AASI.

Saat ini, terdapat aturan baru mengenai asuransi syariah yang berbasis investasi dari yang dahulu bernama unit-linked kini berubah nama menjadi PAYDI (Produk Asuransi Yang Di Investasikan). Perubahan nama ini ditetapkan atas arahan OJK melalui SEOJK No. 5 tahun 2022 untuk memperkuat perlindungan pemegang polis dengan menambahkan beberapa standar terkait praktik pemasaran, transparansi informasi, dan tata kelola aset perusahaan. Nah, untuk kamu yang memiliki preferensi menggunakan produk syariah, saat ini  juga banyak perusahaan asuransi yang menawarkan PAYDI Syariah loh!

Tips Wajib Buat Kamu Yang Mau Beli PAYDI Syariah

Buat kamu yang sudah kepingin beli PAYDI Syariah tetapi masih maju mundur, jangan lupa lakukan 5 hal ini sebelum membeli PAYDI Syariah!

  1. Teguhkan mindset

Meskipun PAYDI merupakan produk keuangan, pastikan bahwa mindestmu sudah benar bahwa PAYDI itu untuk proteksi bukan untuk mencari profit. Pengadaan fitur investasi pada produk asuransi ini bertujuan agar nasabah tetap dapat membayarkan premi dari nilai investasi walaupun kamu sedang mengalami kendala finansial atau ketika kamu mau mengajukan cuti premi sehingga polis kamu tetap aktif. Apalagi jika kamu memilih menggunakan PAYDI syariah, kamu telah menyepakati bahwa iuran polis yang kamu bayarkan digunakan untuk menolong diri sendiri maupun orang lain.

  1. Tetapkan budget iuran premi

Sebelum kamu membeli PAYDI, pastikan kamu sudah menetapkan budget atau anggaran yang harus dikeluarkan untuk membayar iuran polis atau premi. Pastikan juga bahwa iuran premi yang kamu bayarkan sesuai kemampuanmu. Jangan sampai PAYDI yang kamu bayarkan membebani kestabilan dompet hingga kamu harus tutup polis dan PAYDInya tidak bisa kamu pakai. Berdasarkan teori financial planning, idealnya budget untuk bayar PAYDI itu diambil dari 7-10% penghasilan bulananmu. Tetapi balik lagi, sesuaikan budget!

  1. Produk asuransi yang sesuai kebutuhan

Kamu harus riset dulu nih, kira-kira produk asuransi apa yang kamu butuhkan saat ini diantara asuransi jiwa, asuransi santunan penyakit kritis, asuransi kecelakaan dan lainnya. Ada beberapa indikator yang harus jadi pertimbangan yakni, status, usia, tanggungan, ketersediaan asuransi atau jaminan dari kantor.

Sebagai contoh, pak Budi saat ini bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan yang tidak menyediakan asuransi dari kantor. Pak Budi juga sudah menikah dan memiliki 2 anak yang masing-masing berusia 7 tahun dan 5 tahun. Maka, asuransi yang cocok untuk pak Budi:

  • Asuransi kesehatan pribadi. Pak Budi belum mendapatkan jaminan kesehatan yang mumpuni dari kantor, sehingga jika ia sakit dan harus ke rumah sakit apalagi sampai di rawat, pak Budi tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar.
  • Asuransi jiwa. Saat ini pak Budi sudah menjadi kepala keluarga dan memiliki tanggungan sehingga ia perlu menyiapkan asuransi jiwa yang bisa dicairkan sebagai warisan untuk anak-anak yang ditinggalkan apabila pak Budi tutup usia. Asuransi jiwa dapat dijadikan sebagai warisan, pelunasan utang, wakaf maupun untuk kepentingan lainnya bagi keluarga/kerabat yang ditinggalkan.

Pak Budi juga bisa menambahkan atau mengurangi produk asuransinya sesuai kebutuhan.

  1. Tetapkan besaran uang pertanggungan

Selain menetapkan budget yang disesuaikan produk PAYDI, kamu harus memastikan bahwa uang pertanggungan dari PAYDI cukup. Ada beberapa cara menghitung uang pertanggungan (UP), salah satunya adalah Income Based Value.

Contoh : Pak Budi saat ini memiliki penghasilan Rp10.000.000 per bulan dengan dan berinvestasi di deposito dengan return 5% per tahun. Maka, jumlah UP asuransi jiwa yang diperlukan adalah :

Income Based Value (IBV) = Penghasilan per tahun / return per taun

                                              = Rp12.000.000 /5% = Rp2,4 milyar

  1. Kenali profil risiko

Sebagai produk asuransi syariah yang dilengkapi dengan fitur investasi, maka premi yang kamu bayarkan sebagian akan diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi syariah seperti pasar uang, sukuk maupun saham. Saat kamu mau mengajukan asuransi, nantinya kamu akan ditanyakan profil risiko kamu dalam berinvestasi oleh agen maupun aplikasi. Umumnya terdapat 3 kategori profil risiko yakni, konservatif untuk kamu yang memilih risiko yang minim atas investasi, moderat untuk kamu yang memilih risiko yang sedang dalam berinvestasi dan agresif untuk kamu yang memilih risiko investasi yang tinggi. Ingat ya, high risk high return! Pilih investasi yang sesuai toleransi risikomu.

Nah, setelah kamu mantap mau membeli asuransi PAYDI yang sesuai kebutuhanmu, step selanjutnya adalah memilih perusahaan asuransi yang bagus, memilah agen atau insurtech yang terpercaya hingga melakukan konsultasi lebih lanjut.

Itu dia tadi 5 Hal yang harus dilakukan sebelum beli PAYDI Syariah. Semoga bermanfaat!

*Praktisi Asuransi

Jannatul Jasmine
Jannatul Jasmine
http://-

4 comments

Leave a Reply to ZahiraCancel reply