Back

BMA 2023: Asuransi Dibeli Untuk Apa?

Oleh : Seno Wibowo

Peran asuransi itu sangat beragam. Namun tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Ada banyak alasan juga, orang untuk membeli polis asuransi terutama pada asuransi jiwa. Secara lebih detail, perannya disusun secara alphabetis sebagai berikut :


Avoiding Risk (Menghindari Risiko)
Risiko yang dihindari adalah kerugian finansial yang harus ditanggung sendiri oleh seseorang ketika terjadi musibah berupa : sakit, kecelakaan atau meninggal dunia. Menanggung risiko sendiri sudah pasti akan mempengaruhi cash flow pribadi sedangkan menghindari risiko dengan cara mengalihkan kepada pihak lain (Perusahaan asuransi) akan mengurangi beban biaya pribadi.

Business Continuation (Melanjutkan Bisnis)
Pada bentuk bisnis kemitraan, dana asuransi antara lain dapat digunakan sebagai tambahan modal kerja atau biaya merekrut dan melatih mitra pengganti sebagai akibat dari mitra sebelumnya yang
mendapat musibah meninggal dunia, sehingga tidak dapat melanjutkan kerjasama kemitraan.

Partner A akan bertindak sebagai pemegang polis sekaligus penerima manfat asuransi dari Partner B yang bertindak sebagai tertanggung dan sebaliknya.


Cantilever of Life Style (Penopang Gaya Hidup)
Dana yang diterima oleh survivor akibat meninggalnya pasangan hidup dapat dimanfaatkan untuk tetap melanjutkan kehidupan dengan standar gaya hidup yang setara sebelum meninggalnya atau sakitnya pencari nafkah (tertanggung). Gaya hidup akan meliputi : kehidupan harian, interaksi sosial, pengakuan dan aktualisasi diri.


Debt Liquidation (Pembebasan/ Pembayaran Hutang)
Kreditur dapat memanfaatkan dana dari produk credit term life insurance ketika debitur yang menjadi tertanggung meninggal dunia. Dengan demikian Non-Performing Loan (NPL) dari lembaga
pemberi pinjaman, misalnya Bank tetap memenuhi syarat Bank Indonesia (berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.06/10/PBI/2004 12 April 2004 mengenai Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Umum mengungkapkan bahwa rasio dari NPL adalah sebesar 5%).

Educational Guarantee (Jaminan Biaya Pendidikan)
Kelanjutan pendidikan anak hinggal jenjang pendidikan yang direncanakan, misalnya meraih gelar strata-1 (S1) dapat terjamin berkat adanya program asuransi beasiswa. Program ini pada umumnya
menanggung biaya pendidikan anak untuk setiap level pendidikan, ketika orang-tuanya yang menjadi peserta asuransi (tertanggung) dalam kondisi hidup ataupun meninggal dunia.

Family Love (Cinta Keluarga)

Secara emosional, salah satu alasan membeli asuransi adalah karena cinta seorang pencari nafkah kepada keluarganya. Cinta diaktualisasi melalui ketulusan melindungi keluarga dengan cara menjamin kebutuhan keuangan bagi survivor, sehingga mereka dapat melanjutkan hidup kendati pencari nafkah utama (ayah ; suami) meninggal dunia.

Golden Handcuffs (Borgol Emas)

Bagi Perusahaan yang memiliki karyawan berprestasi dan kinerjanya baik, salah satu program untuk menjaga retensinya adalah dengan memberikan penghargaan (recognition) atau imbalan (reward), misalnya dengan memberikan program asuransi kesehatan secara kumpulan (group health insurance) atas tanggungan perusahaan. Dengan demikian, timbul harapan agar karyawan tetap loyal atau setia mengabdi kepada perusahaan, atau dengan kata lain diikat dengan “borgol emas”.

Health Maintenance (Pemeliharaan Kesehatan)

Biaya perawatan kesehatan, antara lain biaya rawat inap selalu mengalami inflasi dari tahun ke tahun. Berdasarkan Survei Mercer Marsh Benefits (MMB) 2021-2023 tentang Estimated Medical Trend Summary, tercatat peningkatan inflasi medis di Indonesia mencapai 13,6 persen pada 2023. Asuransi dapat berperan untuk membayar biaya kesehatan seseorang atau sekumpulan karyawan untuk  biaya rawat jalan, rawat inap, biaya pasca rawat inap, pengobatan, laboratorium atau bahkan fisioterapi.

Income Replacement (Penggantian Pendapatan)

Asuransi berperan memberikan kepastian untuk menggantikan  biaya perawatan karena sakit / kecelakaan atapun biaya yang melanjutkan hidup bagi survivor ketika pasangan meninggal dunia. Disability Income Insurance bahkan mampu mengganti sebagian pendapatan yang hilang akibat tertanggung tidak sanggup bekerja karena menderita cacat yang sifatnya tetap dan permanen.  Dalam kasus meninggal dunia, pendapatan yang hilang akibat pencari nafkah tidak lagi bekerja, mampu digantikan oleh asuransi. Manfaat ini bisa  digunakan oleh penerima manfaat asuransi (beneficiary) untuk memenuhi antara lain kebutuhan harian, pendidikan anak dan kelanjutan hidup.

Job Opportunity (Kesempatan Kerja)

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan bahwa pada semester I/2020, industri asuransi jiwa mencatatkan jumlah 648.949 tenaga pemasar. Jumlah tersebut tumbuh 8,5 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan semester I/2019 sebanyak 598.029 orang. Sedangkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa jumlah agen Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa jumlah agen asuransi jiwa terkoreksi cukup siginifikan sepanjang kuartal I 2023 menjadi sekitar 500.000 agen, dibandingkan kuartal I 2022 sebanyak 600.000 agen. Kendati jumlahnya yang berfluktuasi sejak tahun 2019, secara faktual industri asuransi telah mampu memberikan kesempatan berbisnis kepada sejumlah lebih dari 500.000 agen asuransi (distributor atau mitra-bisnis dari Perusahaan asuransi) di Indonesia. Jumlah ini belum termasuk perekrutan pegawai dan eksekutif yang bekerja di perusahaan asuransi jiwa.

Key Person Insurance (Asuransi Kepada Orang Kunci)

Chef yang bekerja pada sebuah rumah makan, dapat dikategorikan sebagai “orang-kunci”.  Sebab, salah satu cara pelanggan mendapatkan sensasi kuliner dan pengalaman yang berkesan bersumber dari cita rasa lezat dari makanan yang disajikan, hasil olahan chef yang bekerja di rumah makan tersebut. Kehilangan chef (sebagai tertanggung asuransi) yang salah satunya akibat meninggal dunia, secara finansial akan merugikan rumah makan tersebut.  Asuransi berperan menggantikan biaya perekrutan, pelatihan dan pengembangan chef-pengganti agar kualifikasinya sama atau lebih dibandingkan chef yang telah meninggal. Hal ini dapat terjadi karena rumah makan tersebut berperan sebagai pemegang polis dan penerima manfaat (beneficiary) dari program Key Person Insurance.

Legacy (Warisan)

Seorang pebisnis yang memiliki 2 anak berniat mewariskan asset berupa business-entity yang nilainya Rp 10 Milyar kepada anak pertamanya. Sebab, anak pertama dinilai piawai mengelola dan mengendalikan bisnis. Rencana ini berpotensi menciptakan rasa ketidak-adilan bagi anak keduanya yang tidak mendapatkan hak apapun dari bisnis yang diwariskan. Asuransi mampu berperan sebagai equalize bequest (penyetara warisan) dengan cara memberikan manfaat asuransi sebesar Rp 10 Milyar bagi anak kedua jika sang ayah yang pebisnis meninggal dunia. Dengan demikian, rasa keadilan tercapai dan keributan antar ahli waris akibat perebutan harta-waris dapat dihindari.

Itulah beberapa peran asuransi, semoga dapat bermanfaat.

Seno Wibowo
Seno Wibowo
http://-

Leave a Reply