Back

BMA 2023: Antara Asuransi dan Kepercayaan

Oleh : Charisma Dina Wulandari*

Dalam hidup seringkali terjadi kejadian yang tidak pernah kita duga, baik keadaan menyenangkan dan menyedihkan. Asuransi banyak dipilih karena untuk mengatasi sebagian masalah kehidupan misalnya asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi jiwa, dan produk asuransi lainnya. Dengan membeli polis asuransi  calon pemegang polis mengharapkan akan merasa aman karena kehidupannya akan terjamin sesuai produk asuransi yang dipilih. Sayangnya, banyak nasabah asuransi yang merasa bahwa asuransi semakin mendatangkan kepiluan dihidupnya. Seperti jatuh tempo klaim yang terus mundur tanpa kejelasan. Akhirnya uang yang disisihkan untuk membayar premi setiap bulan dalam jangka waktu tahun tertentu musnah seperti ditelan bumi tanpa kejelasan.

Cara kerja asuransi bukan untuk menurunkan kadar resiko dalam kehilangan harta benda dan nyawa tetapi lebih kepada jaminan atas peristiwa tak terduga dalam jangka panjang atau menengah misalnya kecelakaan, penyakit kritis, kematian, cacat, bencana alam, pensiun, tunjangan dan kesehatan. Ini juga dapat disebut sebagai perencanaan keuangan mendatang. Asuransi juga melindungi penghasilan dimana orang tersebut bekerja untuk bertahan hidup.

Menurut Torong dan Lubis 2023 prinsip asuransi ialah menekankan kerugian lebih besar atas akibat kejadian tak terduga yang menyebabkan kerugian materil dan moril dengan menawarkan perlindungan pada individu atau kelompok baik perseorangan maupun bisnis.  Jelas hal tersebut menyatakan bahwa adanya asuransi ditengah kehidupan kita lebih bermanfaat daripada tidak ada asuransi.

Pada 23 November 2023 OJK telah mengesahkan roadmap perasuransian sejak tahun 2023 hingga 2027 tujuannya ialah menciptakan lingkungan asuransi yang lebih sehat. Tagline dari MARI BERASURANASI berubah menjadi PAHAMI DAN MILIKI ASURANSI yang telah disahkan oleh Dewan Asuransi Indonesia. Tujuan dibuatnya roadmap 2023-2027 ini untuk mendukung dalam pertumbuhan ekonomi karena asuransi dinilai mampu membagi dan menyerap resiko akibat kejadian tak terduga dimasa depan,  agar industri asuransi lebih efisien berintegeritas dan sehat dan memperkuat perlindungan konsumen.

Dalam detik.com, Pengamat Perasuransian Irvan Rahardjo menyuarakan kepada pembaca untuk jangan pernah membeli produk asuransi yang digabung dengan investasi atau yang biasa disebut unit link. Belilah sesuai yang dibutuhkan untuk tujuan apa proteksinya.  Beliau menyarankan memilih properti sebagai investasi jangka panjang, reksadana dan saham investasi jangka menengah, lalu untuk emas dan deposito bisa untuk jangka pendek.

Naiknya biaya pendidikan sekitar 20% setiap tahunnya membuat masyarakat berupaya mengatasi masalah finansial dalam pendidikan anak mereka ialah dengan memiliki asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan diharapkan keluarga tidak akan mengalami kesulitan untuk membayar sekolah anak di masa depan jika ada musibah datang. Menurut Akbar dalam CNBC Indonesia menyebutkan bahwa Asuransi pendidikan memang dilengkapi dengan fitur tabungan atau investasi, namun tujuan besar berasuransi bukan untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, melainkan untuk menghadapi musibah yang muncul saat Anda berjuang mengumpulkan dana pendidikan anak.

Dikutip dari Manulife, asuransi pendidikan adalah bentuk tanggung jawab orangtua atas kepastian yang diterima anak mengenai pendidikan. Manfaatnya dana pendidikan anak lebih teralokasi tidak tumpang tindih dengan tabungan lainnya, fokusnya hanya mengcover pendidikan anak. Selanjutnya, inflasi yang merubah nilai mata uang jika memilih asuransi pendidikan maka dana yang dibayarkan untuk membayar premi asuransi tidak akan terkena inflasi. Penarikan tidak bisa dilakukan semaunya ada kontrak yang disepakati kedua belah pihak artinya asuransi pendidikan lebih aman dan terjamin daripada dialokasikan sendiri dalam bentuk tabungan dibank konvensional.

Menurut prudentialsyariah.co.id masyarakat memilih asuransi pendidikan atas dasar manfaat asuransi pendidikan yaitu kepentingan pendidikan anak lebih terjamin mencakup biaya pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Asuransi pendidikan yang dipilih sesuai rencana pendidikan anak memiliki masa perlindungan yang memadai sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

Perkembangan asuransi di Indonesia tidak memperlihatkan hasil yang memuaskan. Dilansir dari ojk.go.id tingkat inklusi asuransi mengalami peningkatan yang kurang signifikan yaitu dari sebesar 13,15% di tahun 2019 menjadi sebesar 16,63% di tahun 2022. Hal ini disebabkan kepercayaan masyarakat pada asuransi yang mengkhawatirkan. Bertebarannya disurat kabar, media social bahkan dari mulut kemulut terkait klaim sulit saat jatuh tempo, premi dengan harga yang tinggi dan kurang informasi masyarakat tentang produk serta manfaat apa saja saat memiliki asuransi.

Berikut hasil wawancara melalui daring dengan salah satu korban asuransi pendidikan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya mengatakan “Semua berawal dari ketertarikan saya pada benefit yang ditawarkan oleh agen atau sales asuransi tersebut dengan janji dapat beasiswa eksklusif dimana kami sebagai orang tua memilih membayar premi untuk tahun tertentu atau jenjang tertentu dan ada juga pilihan pembayaran yang berdasarkan tabel namanya beasiswa berganda dimana bayar dan dapatnya tergantung yang tertera di tabel itu. Kalau disini itu asuransi pendidikannya unit link atau disebut Asih Investment Link sampai pada tahun 2013 jatuh klaim tapi sampai saat ini juga entah hilang kemana uang saya dan uang pemegang polis lainnya, sampai saya lihat disurat kabar sekitar pertengahan tahun 2016 saya kaget dan tidak tahu harus apalagi dimana perusahaan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya dinyatakan pailit. Berdasarkan keputusan pencabutan izin usaha tersebut, PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya seharusnya melaksanakan penyelesaian kewajiban kepada seluruh pemegang polis. Akan tetapi, PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya belum melaksanakan keputusan tersebut sehingga OJK mengajukan gugatan pailit kepada PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat” Ujar Bapak Budi (Nama Samaran) yang merupakan salah satu korban asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya.

Beberapa literatur terkait pemilihan asuransi menurut Sukoco pada tahun 2020 penelitian yang ia lakukan terdapat 56% responden ragu ragu pada asuransi yang ditujukan untuk melindungi asset. Menurut Penelitian Kezia dkk pada tahun 2019 bahwa 68,6% yang mempengaruhi minat menjadi nasabah asuransi adalah tingkat kepercayaan, kualitas pelayanan dan premi asuransi.

Kerugian asuransi pendidikan dapat dilakukan tindakan pencegahan dan upaya penanggulangan adalah  sebagai berikut,

  1. Perlunya edukasi masyarakat terhadap pentingnya asuransi dalam perlindungan asset atau tujuan keuangan dimasa mendatang.
  2. Masyarakat perlu lebih dikenalkan terhadap berbagai produk-produk asuransi dengan melakukan sosialisasi ke pemukiman, kantor, sekolah menegah atas dan kampus. Sosialisasi bisa dengan hal sederhana mulai dengan penyampaikan materi bermacam cara menabung, informasi fungsi berbagai lembaga keuangan, produk keuangan dan investasi dan membuat anggaran pribadi.
  3. Mengoptimalkan Insurtech. Insurtech adalah wujud perkembangan asuransi dengan campur tangan teknologi demi mengoptimalkan peluang industri asuransi yang diharapkan dapat memberikan manfaat sisi operasional bagi perusahaan dan meningkatkan layanan yang diterima nasabah.

Tips untuk menghindari penipuan asuransi yaitu:

  1. Pastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut terdaftar di OJK, alamat kantor yang jelas, kontak yang dapat dihubungi.
  2. Mengkaji ulang isi polis dan plan asuransi guna memastikan bahwa benefit-nya sesuai dengan beban premi yang diberikan.
  3. Cermati syarat pengajuan asuransi yang lebih mendetail.
  4. Membandingkan produk dari satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya guna meningkatkan potensi Anda mendapatkan produk asuransi yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan.
  5. Baca review terkait perusahaan asuransi tersebut melalui artikel, media social Tiktok, Facebook, Instagram dan lain sebagainya untuk mengambil kesimpulan atau pengalaman pemegang polis diperusahaan asuransi tersebut.

            Tulisan ini dibuat bukan bermaksud mengubah pendapat Anda mengenai asuransi dimana Anda sangat terbantu dengan memiliki polis asuransi diperusahaan yang berbeda, juga tidak berusaha membujuk Anda untuk berhenti menggunakan Asuransi karena itulah hak Anda. Harapannya dengan adanya tulisan ini Anda lebih bijak untuk memutuskan rencana keuangan Anda atau keluarga kedepannya dengan pemilihan perusahaan Asuransi yang bertanggung jawab. Bagi Anda yang masih ragu untuk memilih satu atau dua bahkan beberapa perusahaan Asuransi bisa dicari tahu terlebih dahulu seluk beluk perusahaan Asuransi tersebut, apakah ada klaim asuransi yang gagal bayar dan lain sebagainya atau mungkin lebih mempertimbangkan untuk menabung sendiri dengan menabung tunai atau logam mulia, saham, reksadana, deposito itu semua adalah hak Anda.

Daftar Pustaka

Akbar, Aulia. (2023). Catat! Asuransi Pendidikan Bukan untuk Nabung Uang Sekolah. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20230724201942-72-456924/catat-asuransi-pendidikan-bukan-untuk-nabung-uang-sekolah

CNN Indonesia. (2022). Penipuan Kian Marak, Ketahui 7 Tips Hindari Asuransi Bodong https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220331185350-303 778585/penipuan-kian-marak-ketahui-7-tips-hindari-asuransi-bodong.

Laucereno, Sylke Febrina. (2022).  Pengamat: Jangan Beli Produk Asuransi yang Dicampur Investasi. Detik.com. https://finance.detik.com/moneter/d-5912075/pengamat-jangan-beli-produk-asuransi-yang-dicampur-investasi.

Manulife. (2023). 3 Alasan Mengapa Asuransi Pendidikan Anak Penting Dimiliki Orang Tua.https://www.manulife.co.id/id/artikel/3-alasan-mengapa-asuransi-pendidikan- anak -penting-dimiliki-orang-tua.html

Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Siaran Pers: Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Dinyatakan   Pailit, Pemegang Polis Diharapkan Ajukan Tagihan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Siaran-Pers-Asuransi-Jiwa-Bumi-Asih-Jaya-Dinyatakan-Pailit,-Pemegang-Polis-Diharapkan-Ajukan-Tagihan.aspx

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Prospek Insurtech di Indonesia.     https://www.ojk.go.id/ojk-institute/id/capacitybuilding/upcoming/1381/prospek-insurtech-di-indonesia

Prudential Syariah. (2023). Demi Masa Depan Cerah, Inilah Pentingnya Siapkan   Asuransi Pendidikan Anak! https://www.prudentialsyariah.co.id/id/pulse/article/  pentingnya-asuransi-pendidikan/

Sukoco, Johan Bhimo. (2020). Analisis Kepedulian Masyarakat Terhadap Asuransi Sebagai Mitigasi Resiko Dalam Perlindungan Aset. Muara: Jurnal Manajemen Pelayaran Nasional Vol 3, No 2 Http://Jurnal.Apn-          Surakarta.Ac.Id/Index.Php/Muara 52

Torong, Laura Okatarani Br dan Lubis, Fauzi Arif. (2023). Pengaruh Pengetahuan terhadap Minat Masyarakat Berasuransi Syariah di PT Prudential Syariah  Binjai. Fakultas Eekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara

*Penulis bekerja di PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

Charisma Wulandari
Charisma Wulandari

Leave a Reply