Ringkas, sederhana namun sarat makna. Pahami, Miliki, Lindungi merupakan tagline baru yang mengajak masyarakat untuk berasuransi menggantikan tagline lama, Ayo Berasuransi!.
Sungguh kreatif namun sangat kritis pencetus ide tagline di atas. Di tengah goyahnya kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi nasional kita, tagline baru asuransi pahami, miliki, lindungi dapat mengubah mindset masyarakat untuk sadar asuransi namun dengan cara yang lebih halus yang bahkan mungkin tanpa disadari oleh masyarakat dan dengan senang hati untuk tetap berasuransi.
Ada sebuah pandangan di masyarakat bahwa asuransi adalah tukang tipu sebagaimana yang diabadikan dalam judul buku yang fenomenal karya salah satu guru asuransi kita. Pandangan ini tidak sepenuhnya keliru jika dipandang dari sisi nasabah.
Biasanya masyarakat hanya mendapatkan gambaran umum tentang asuransi yang dijelaskan oleh agen asuransi tanpa menerangkan syarat dan ketentuan yang melekat pada suatu produk asuransi. Memang betul saat nasabah mengajukan klaim merasa ditipu saat ditolak klaimnya karena ternyata syarat dan ketentuan asuransinya tidak terpenuhi. Oleh karena itu tagline pertama pahami mengajak masyarakat untuk lebih peka dan kritis terhadap penjelasan agen asuransi untuk lebih jeli dan banyak bertanya agar mendapatkan pemahaman yang memadai sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Tagline pertama pahami sudah sangat tepat ditempatkan pada posisi pertama agar kesan masyarakat bahwa asuransi adalah tukang tipu secara perlahan dapat dihapus dari memory kita. Kesan negatif ini nampaknya telah lama ada di benak masyarakat kita sehingga butuh cara yang efektif untuk mengubahnya menjadi kesan yang lebih positif.
Setelah memahami produk asuransi secara baik, masyarakat diajak untuk memiliki produk asuransi karena pada tahap ini masyarakat dianggap telah memiliki pemahaman yang cukup tentang apa pentingnya memiliki asuransi. Kata miliki sering kita jumpai pada iklan penjualan barang fisik dan konsumtif seperti rumah hunian maupun kendaraan bermotor. Kata miliki merupakan ajakan halus yang menggantikan kata belilah! yang mengajak konsumen untuk membeli produk tertentu meskipun tidak menggunakan kata dasar beli.
Frasa ini telah diadopsi dalam industri jasa keuangan yang menjadikannya semakin menguatkan tujuan dari proses memahami menjadi membeli karena ternyata asuransi memiliki arti yang begitu penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Selanjutnya frasa lindungi merupakan esensi dari tujuan asuransi. Frasa lindungi merupakan inti mengapa kita perlu berasuransi. Kita sepakat bahwa kita berasuransi agar aset dan kepentingan keuangan yang kita miliki terlindungi dari risiko yang dapat muncul kapan saja yang mengancam setiap saat. Dengan aset yang terlindungi asuransi maka kekhawatiran kita terhadap bahaya dan risiko yang mengancam dapat dikelola menjadi tindakan nyata yang lebih positif.
Jika 3 langkah tersebut dilaksanakan secara efektif maka literasi asuransi dengan sendirinya telah berjalan dalam masyarakat. Dengan meningkatnya literasi asuransi dalam masyarakat maka diharapkan inklusi asuransi juga dapat meningkat.